|
2.
Mendidik Keinginan
Puasa mendidik seseorang untuk memiliki keinginan yang sungguh-sungguh dalam
kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai
rintangan. Puasa yang sempurna akan membuat seseorang itu terus
mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang
begitu besar. Oleh itu, Puasa mendidik manusia erti dan nilai kesabaran yang
sebenarnya.
Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani seorang muslim
semakin mantap. Kekuatan rohani yang mantap akan membuat seseorang tidak
akan lupa diri meskipun telah mencapai kejayaan atau kenikmatan duniawi yang
sangat besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak
akan berputus asa meskipun penderitaan hidup yang dialami sangat sulit.
3. Menyihatkan Badan
Disamping kesihatan dan kekuatan rohani, puasa yang sempurna dan baik juga
akan memberikan pengaruh positif berupa kesihatan jasmani. Hal ini tidak
hanya dinyatakan oleh Rasulullah saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para
doktor atau ahli-ahli kesihatan dunia yang membuat kita tidak perlu
meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut
memang harus direhatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk
sebagaimana juga mesin harus direhatkan, apalagi di dalam Islam, isi perut
kita memang harus dibahagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga
untuk air dan sepertiga untuk udara.
4. Mengenal Nilai Kenikmatan
Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang Allah
berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak pandai
mensyukurinya. Dapat satu tidak terasa nikmat kerana menginginkan dua, dapat
dua tidak terasa nikmat kerana menginginkan tiga dan begitulah seterusnya.
Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan merenungi, apa yang
diperolehinya sebenarnya sudah sangat menyenangkan kerana begitu banyak
orang yang memperolehi sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah
dari apa yang kita perolehi.
Maka dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi
tentang kenikmatan yang sudah diperolehinya, tapi juga disuruh merasakan
langsung betapa besar sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada kita. Hal
ini kerana baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa
betul penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita berbuka puasa, terasa
betul besarnya nikmat dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau
seteguk air. Disinilah letak pentingnya ibadah puasa sebagai mendidik kita
untuk menyedari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita
selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan erti
kenikmatan dari Allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil.
Rasa syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari segi
jumlah atau paling tidak dari segi rasanya. Allah
|
berfirman yang ertinya: "Dan
(ingatlah juga), tatkala
Tuhanmu menyatakan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS 14:7)
5. Mengingatkan dan Merasakan Penderitaan Orang Lain
Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana
beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan
dahaga yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam,
sementara penderitaan orang lain entah bila akan berakhir. Dari sini,
semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa kesedaran kita kepada
kaum muslimin lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih
belum rasai, seperti penderitaan saudara-saudara kita di berbagai tempat
lain di merata dunia seperti di Chechnya, Kosovo, Iraq, Palestin dan
sebagainya.
Oleh kerana itu, sebagai simbol dari rasa kesedaran itu, sebelum Ramadhan
berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar dengan demikian
setahap demi setahap kita boleh mengatasi persoalan-persoalan umat yang
menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin
dan menderita, tapi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian,
hilang kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta,
kikir, tamak dan sebagainya.
Allah berfirman yang ertinya: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka,
dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk
mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.
Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS 9:103)
Sambut kedatangannya dengan Gembira
Kerana rahsia puasa merupakan sesuatu yang amat penting bagi kita, maka
sudah semestinya kalau kita harus menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini
dengan penuh rasa gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita
boleh melaksanakan ibadah Ramadhan nanti dengan ringan meskipun sebenarnya
ibadah Ramadhan itu berat.
Kegembiraan kita terhadap datangnya bulan Ramadhan harus kita tunjukkan
dengan keupayaan semaksima mungkin dan memanfaatkan Ramadhan tahun sebagai
kaedah untuk mentarbiyyah (mendidik) diri, keluarga dan masyarakat kearah
pengukuhan atau pemantapan taqwa kepada Allah swt, sesuatu yang memang amat
kita perlukan bagi upaya meraih keberkatan dari Allah swt bagi kaum dan
bangsa kita yang hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan
kerosakan moral yang besar. Kita juga harus prihatin akan keadaan bangsa
kita yang sedang mengalami krisis, yang seharusnya diatasi dengan
memantapkan iman dan taqwa, bukan dengan menggunakan cara sendirian yang
akhirnya akan menyebabkan pertentangan dan perpecahan yang kemudian boleh
menjauhkan kita dari memperolehi rahmat dan keberkatan dari Allah swt.
|